Rabu, 26 Desember 2012

PERJALANAN ROHANI KE MASJID PINTU SERIBU

Perjalanan Rohani Guru SMAN 13 Jakarta Ke Masjid Pintu seribu

Hari senin, tanggal 24 Desember 2012, kami mengadakan perjalanan rohani ke sebuah masjid yang cukup fenomenal di daerah Tanggerang, Banten. Dahulu Masjid ini bernama Masjid Agung Nurul Yakin yang dibangun tahun 1967, namun pada tahun 1980 seorang wartawan media cetak Al Hikmah, yang meliput masjid seluk beluk dan sejarah masjid ini, memberi nama Masjid pintu seribu. Hingga sekarang masjid ini deknal dengannama Masjid pintu seribu.
Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012

Terletak di daerah tanggerang Kampung Teluk Bayur Kelurahan Periuk Jaya Jatiuwung Kota Tangerang dan berada didaerah pedesaan yang cukup sempit jalan menuju ke sana, kami mencoba menerobos sampai ke tempat tujuan yang memiliki sebuah objek wisata religius bernama Mesjid Pintu Seribu Mesjid Pintu Seribu ini memiliki banyak pintu yang kecil-kecil. Tidak ada yang tahu jumlah pintu secara persis, termasuk pengelola mesjidnya dan semua pintu hampir sama semua ukurannya.
Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012


Setelah kami sampai di tempat tujuan yang pertama kami lakuakn adalah, kami mengunjungi masjid yang menjadi tempat solat dan masjid taklim. asjid yang memiliki banyak tiang dan banyak pintu ini, kami dipandu oleh pengurus masjid untuk berziarah ke makan syeh (saya lupa namanya).
Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012

Setelah selesai berziarah selanjutnya kami memasuki masjid utamanya yanitu masjid pintu 1000 dipandu oleh seorang kuncen (penjaga masjid).
Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012

Kami memasuki Masjid melalui sebuahpintu yang kecil dan pendek. Dengan badang yang terbungkuk kami memasuki lorong lorong sempit dan gelap. sebelum kami memasuki masjid kami dianjurkan membeli lampu senter. Dengan bermodal lampu semter tersebut kami berjalan memasuki lorong masjid. sepanjang jalan saya melihat ruang ruang kecil yang hanya cukup untuk satu orang duduk bersila. Aneh, saya tidak tahu untuk ruang ruang kecil dan sempit itu dibuat, mungkin untuk mengingatkan kepada kita, bahwa nanti ketika manusia mati, akan ditempatkan di tempat yang kecil dan sempit (kuburan). 

Kami teru smemasuki ruang masjid pintu 1000 itu dengan perasaan cemas dan was was. Udara yang pengap karena ruang yang saya lewati sangat pendek dan tak ada ventilaasi udara. setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami tiba ditempat yang cukup luas dan tinggi sehinnga kami bisa berdiri tegak. Beralaskan keramik putih dan berpenerangan lampu, kami duduk menghadap gua gua kecil yang diberi telaris besi. Didalam gua itu berisi kuburan. 

Kami disuruh duduk dam kemudian penjaga masjid mematikan lampu penerangannya. Maka gelaplah suasana di dalam raung itu. Gelap sekali. Perasaan takut menghantuai saya dan juga teman teman saya. lalu penjaga masjid berkata, seoerti inilah nanti kalau kita mati dan berada di dalam kubur yang gelap gulita.

Lalu penjaga masjid memandu kami untuk membcakan surat al fatihah beberapa kali dan diakhiri dengan berdoa dan kemudia kami dipandu untuk keluar masjid.

Demikianlah perjalanan rohani kami yang sudah sekilan lama tak terwujud, dan akhirnya terwujud juga niat kami untuk mengunjungi masjid pintu 1000. Sungguh pengakaman yang yang cukup memuaskan jarena memang anam masjid pintu 1000 itu menjadi nama yang sangat mengherankan buat saya untuk mengunjunginya.

Alhamdulillah....... 

Inilah beberapa foto Masjid Pintu 1000.
Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012

Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012

Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012

Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012

Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012

Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012

Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012

Masjid Pintu Seribu - Achmad Saifudin 2012



Dan Video Masjid Pintu Seribu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar